Meskipun aku sudah tidak bekerja lagi di restoran tersebut, namun silaturahmi kepada teman - temanku tetap berjalan seperti mana biasanya. Aku sering mampir ke kost'an temanku yang bernama Udun tadi.
Dan setiap mampir, kami hanya mengobrol masalah - masalah pekerjaan saja tanpa menyinggung wanita bernama Febri tadi. Saat itu ketika bulan Desember, aku mulai tertarik dengan wanita lain yang bernama Eki. Rencana demi rencana mulai ku susun dengan teman - teman untuk mendapatkan cintanya.
Dalam rencana tersebut, kami memilih membuat acara pada malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Karena itulah momen yang tepat untuk "nembak" si Eki. Akhirnya mereka pun setuju dengan keputusanku tersebut.
Waktu terus berjalan dan malam yang ditunggu - tunggu pun datang. Bodohnya, ketika semuanya berjalan dengan lancar, aku malah tidak berani mengungkapkan perasaanku padanya. Entah karena belum jodoh atau emang gak punya mental sehingga malam itu aku seperti menjadi banci yang takut akan resiko.
Gagal total deh semuanya, karena malam itu aku tidak jadi mengutarakan perasaanku kepadanya. Tapi untungnya teman - teman terus mendukung aku. "Masih ada hari esok kok." kata Novri. "iya pet, sabar n berjuang aja." Pungkas Cimenk. Dan aku cuma nyengir doang.
Lama aku menantikan waktu yang tepat untuk kembali menyatakan cinta kepadanya yang tak pernah sedikitpun punya perasaan terhadapku. Berbagai cara aku lakukan agar ia mau sedikit respect kepadaku, tapi semua itu sia - sia, dia tetap saja berlalu.
Kecewa sudah pasti, galau juga pasti, pokoknya serba pasti deh saat tau bahwa ia gak pernah sedikit mempunyai rasa terhadapku. Lalu akhirnya kuputuskan untuk berhenti mencintainya dan aku bilang aku menyerah kepada teman - temanku. Melihat keadaanku seperti itu, teman - teman merasa iba terhadapku. Dan pada akhirnya Novri pun berinisiatif memberikan nomor PIN BB atas nama Febri Annisa kepadaku.
Sejenak aku terdiam dan berfikir, ngapain ya si Novri ngasih PIN BB dia ke gue. Jelas - jelas dia orangnya jutek gitu sama gue. Gak mau negor, gak ngucapin makasih juga. Jangankan suka, liat gue juga paling dia muntah. Pokoknya hati ini terus ngedumel deh.
Namun terbesit dihati ini untuk coba meng-invite PIN tersebut. Gak ada salah juga kan kalo dicoba?. Dan permintaanku tersebut di Accept olehnya. Begitu senangnya perasaan ku begitu tau ia menerima pertemanan ku di BBM.
Dan chatting via BBM pun dimulai.
"Hai, masih inget gue gak?." Tanyaku.
"Masihlah." Jawabnya.
"Yang mana coba?."
"Ihh yang anak bar itu bukan?.
"That's right." dan bla bla bla..
Aku yang kala itu sedang sakit tentu merasa terhibur dengan adanya dia. Meskipun ia hanya bisa menemaniku via BBM saja, tapi aku merasa beruntung bisa mengenalnya.
Hampir setiap hari kami BBMan, dan aku merasa agak aneh saat itu. Bagaimana tidak, ia begitu perhatian kepadaku, dia selalu bertanya udah makan blm?, udah minum obat belum?, dan sederet pertanyaan lainnya. Merasa aku sangat diperhatikan, perasaan suka pun muncul didalam hati.
Kami yang tadinya chattingan pake lu gue, berubah menjadi aku kamu. Rasa respect sebagai teman lama kelamaan mulai berganti seperti orang yang spesial. Sampai akhirnya pada tanggal 4 Februari aku coba untuk menyatakan cinta kepadanya.
Dengan rasa penasaran menunggu balasan darinya, akupun H2C (harap -harap cemas) sambil berharap semoga ia menerima cintaku. Dan....Taarraa, akhirnya harapanku tidak sia - sia, ia menerima cintaku. Asssiikkk asssiik, seperti ingin terbang kelangit rasanya.
Dan sejak tanggal itulah kami berdua membuka lembaran baru dengan stasus berpacaran. Dan harapan aku kedepannya, semoga hubungan kami langgeng sampai nanti. Aamiin.
Cukup sekian dulu ya curhatannya, besok kalo ada waktu dan otak lagi cemerlang, kita bakalan ketemu lagi dengan bahasan yang baru pastinya. So, see you and good night.
No comments:
Post a Comment