Friday, May 18, 2012

Cerita Cintaku

Cinta selalu bisa membuat orang tergila - gila, bisa membuat orang bahagia, bersedih, menangis bahkan rela meninggalkan jabatannya hanya demi satu nama yakni Cinta.



Sama halnya dengan diriku, awal kisah ini bermula disaat aku mengenal dia tepatnya di tahun 2009 bulan Agustus tanggal 18 lalu. Ia adalah seorang gadis cantik bertubuh seksi bernama Sri Wulandari dan nama panggilannya ada Wulan.

Entah dimulai darimana, seingat saya kami bertemu di salah satu rumah di kawasan Pemandangan Panjang Bandar Lampung. Ketika itu secara tidak sengaja ia melintas di depan rumah tempat saya bekerja. Saya yang memiliki sifat sok kenal dan sok akrab pun memberanikan diri untuk menegurnya, "hai cantik, mau kemana?" tanyaku.

Ia pun menjawab " Mau cari kakak saya ". Memang saya sudah lebih dulu kenal dengan kakaknya yang sebagai preman dikawasan tersebut. Lalu saya pun kembal menjawab " Oh mungkin ada di pos keamanan " (tempat bekerja kakaknya tersebut). " Oh, makasih ya kak " Jawabnya.

Dari situlah saya mulai ada rasa ya meskipun hanya setitik saja. Hari demi hari berlalu, lalu aku pun kembali bertemu dengannya. Hai, mau kemana, kataku. Dia pun melayangkan sebuah senyuman manis yang terpancar dari bibir tipisnya seraya berkata " mau cari kakak". Spontan sifat humoris ku pun keluar " kok nyariin kakak terus sih?. Akunya gx dicariin " jawabku menggoda. Lalu ia pun kembali tersenyum dihadapanku.

Aku yang sadar sudah tidak sendiri lagi alias sudah memiliki seorang kekasih mencoba untuk menepis perasaan yang tak karuan didalam hatiku. Aku mulai suka dengan dirinya, dan mempunyai harapan untuk menjadi kekasihnya, namun aku harus membuang impian itu jauh - jauh karena aku sadar akan status ku.

Waktu ke waktu kami sering bertemu baik itu disengaja maupun tidak sengaja, tapi kebanyakan disengajanya sih. Dia yang sehari - harinya membantu orang tuanya berjualan di warung yang masih bertempat di kawasan tersebut selalu melintas dalam fikiran ku. Entah itu bisikan setan atau memang Allah menunjuk ia untuk diriku. Aku tidak tahu.

Aku yang memang tempat kerjanya dekat dengan rumahnya. Setiap malam selalu melintas didepan warungnya, dia menyapa ku dan aku pun membalasnya dengan senyuman. Akhirnya sejak itu aku putuskan untuk meninggalkan kekasih lamaku dan mencoba untuk menjalin hubungan dengan dirinya.

Tanggal 17 Agustus ketika malam harinya aku menyatakan cinta kepadanya. Ya waktu itu aku mengungkapkannya melalui SMS saja. Namun siapa sangka ternyata ia membalas cintaku. Aku terkejut sekaligus tidak percaya apa benar ucapannya tersebut. Lalu kami pun sepakat untuk mengadakan pertemuan.

Dalam pertemuan pertama kami, dia sungguh cantik dan menawan. Dalam hatiku berbisik bahwa dia lah yang selama ini aku cari. Kami berbincang, bercanda seolah tidak ada sikap canggung yang muncul dari diri kami masing - masing.

Hari mulai senja dan kamipun memutuskan untuk pulang. Namun ditengah jalan kami ternyata diguyur hujan yang begitu derasnya sehingga tak mungkin bagi kami untuk meneruskan perjalanan. Akhirnya tepat di daerah lampu merah Garuntang kamipun mampir di tempat kost temanku yang kebetulan dekat dengan area tersebut.

Beruntung penghuni kost tersebut sedang berada didalam, coba kalau tidak, pasti kami sudah mati kedinginan. Lantas aku meminjam pakaian dari salah seorang teman yang berada disitu, dan aku pun meminjam baju pacarnya yang memang tinggal bareng dengan temanku itu untuk aku pinjamkan pada kekasih ku itu.

Nah setelah memegang satu persatu pakaian yang dipinjamkan, kami bingung ingin salin dimana. Pasalnya, didalam kamar ada teman ku dan pacarnya. Lalu temanku tersebut membukakan pintu kamar disebelahnya lagi demi membantu aku.

" Nih gue kasih kunci kamar sebelah, salin aja disitu ".
" ah gx enak lah sob " kataku.
" udah gx apa - apa cuy, daripada lu ganti disini. Ganggu gue aja. " jawabnya dengan nada guyon.
" Ya udah deh sob, sorry ini mah ".
" udah sih santai aja " Pungkasnya.

Lalu aku bertanya kepada pacarku, kamu gak apa - apa kan salin disini sekalian kita beteduh disini?
" Iya gx apa - apa kok " Jawabnya. Aku pun masuk kamar tersebut kemudian melepaskan pakaian basah yang daritadi menyelimuti tubuhku. Setelah selesai, aku pun keluar dari kamar tersebut barulah giliran pacarku yang masuk untuk mengganti pakaian yang basah juga.

Melihat suasana yang sepi, cuaca yang mendukung dan tempat yang tersedia. Munculah niat syaiton yang menyelubungi benakku. Itu bermula ketika aku tahu bahwa pintu tersebut tidak dikunci dan seolah ia sengaja menyuruhku masuk padahal tidak.

Dengan nafas yang tergesa, detak jantung yang berdetak kencang, dan diliputi rasa ragu. Aku mencoba membuka pintu tersebut secara perlahan, dan aku melihat ia sedang mengenakan pakaian dalam bagian atas. Lama aku memandang, semakin deras bisikan syaiton yang aku terima. Seolah - olah mereka berbisik dan menyuruhku untuk segera masuk dan menutup pintu.

Akhirnya iman ku pun kalah, dan aku masuk. Spontan dia kaget, dan berkata.
" Mau ngapain kamu?."
" Enggak cuma khawatir aja kamu gantinya lama banget." kataku.
" Tunggu diluar aja akunya malu." Cetusnya.
" Emmh, diluar gx ada orang." Jawabku,

Aku mulai mendekat dan langsung menyergap tubuhnya lalu aku banting ke kasur yang memang sudah ada sejak tadi. Aku mulai menggila menciumi tubuhnya dari segala arah tak peduli ia melawan seperti apa yang jelas aku tidak mau menyia - nyiakan kesempatan itu.

............ Kamipun kelelahan setelah itu. Dia masih terbaring lemas sambil menitikkan air mata. Kenapa kamu tega sih ngelakuin hal itu?. Tanya dia, " maaf sayang, aku mencintai kamu ". Jawabku ringan. Dan dari semenjak itulah selama kami berpacara selalu melakukan hubungan layaknya suami istri. Bersambung...



No comments:

Post a Comment